MAHASISWA SEMAKIN MELEK POLITIK,  APAKAH SUDAH MENJADI RAHASIA PUBLIK?

Menjadi seorang “Mahasiswa”, yang kerap disebut sebagai mahluk yang kreatif dalam perilakunya, dinamis dalam melakukan pencarian dan pengembangan potensi diri, kritis dalam melihat dan merespon realitasnya, dan memiliki idealisme yang cukup tinggi. Sehingga, mahasiswa selalu sensitif terhadap apa yang terjadi pada lingkungan dimana ia hidup.  

Dewasanya, menjadi “Maha” di atas segala “Siswa” ini justru memiliki beban yang cenderung berat. Tuntuan, tekanan, dan kewajiban seorang mahasiswa yang kerap menjadi beban tersendiri bagi sebagian orang, justru trerkadang menjadi peluang sebagian orang lainnya untuk terjun ke bidang-bidang yang hanya pada masa inilah, mereka dapat terjun ke dalamnya. 

Bagi Saya, sebagai seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Hubungan Internasional yang notabene nya lebih menjurus pada Ilmu Politik, menjadikan saya secara tidak langsung memahami keberagaman dunia politik. Terlebih, mengenai politik di kampus. Tidak bisa dipungkiri sebagai seorang perempuan, terjun ke dalam dunia politik adalah hal yang sukar dilakukan. Hal ini dapat dibuktikan menurut survey, perbandingan antara lelaki dan wanita di kursi pemerintahan masih tidak setara. Masih banyak kekosongan kursi para wanita yang diisikan oleh para lelaki di pemerintahan kita. 

Sebelum melangkah lebih jauh, ada banyak hal yang ingin saya sampaikan mengenai politik mahasiswa di kampus. Pada awalnya, saya hanyalah seorang mahasiswa baru yang enggan terjun, terjerat, maupun tahu-menahu mengenai isu politik. Tetapi lambat laun, tahu-menahu mengenai isu politik tidak seburuk yang saya kira. Justru, menjadi mahasiswa yang melek politik adalah mahasiswa yang sangat dicari sekarang. Yang harus digarisbawahi, jangan lupa untuk memilih dan memilah politik mahasiswa yang tercipta maupun diciptakan di Kampus Jingga. 

Lantas, bagaimana politik tersebut dapat tumbuh dan berkembang di universitas-universitas khususnya di Kampus Jingga kita? Sebenarnya, hal ini bukan suatu hal yang paten. Karena seperti kata pepatah, “Selalu ada banyak jalan menuju Roma”. Tetapi di sini, salah satu yang dapat mahasiswa lakukan untuk dapat terjun ke dunia politik adalah melalui berbagai kelompok-kelompok diskusi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Mahasiswa Eksternal, dan Organisasi Intra Universitas.

Beberapa Organisasi Mahasiswa Eksternal yang bisa kita kenal adalah HMI, PMII, GMNI, GMKI, PMKRI, dan lain sebagainya. Sedangkan beberapa Organisasi Intra Universitas yang biasa kita ketahui adalah Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), pers mahasiswa, dan lain sebagainya. Semua yang saya sebutkan di atas, adalah bentuk dari tindakan poltik. Karena menurut KBBI, politik adalah segala urusan dan tindakan. Politik kampus juga bisa berarti manifestasi dari gerakan mahasiswa dalam suatu kampus.

Apa yang kita lakukan hari ini, akan menentukan masa depan kita besok. Begitu pula yang para mahasiswa lakukan sampai hari ini. Terjun ke berbagai organisasi kampus yang berbau politik, membuat jalan pikir mahasiswa tersebut berbeda. Suntikan-suntikan pemikiran politik yang diberikan para petinggi organisasi membuat para anggotanya secara tidak langsung memberi banyak dampak perubahan. Mengkritik pemerintah, melakukan demokrasi, ikut serta dalam pemilihan mahasiswa, bermain licik maupun adil, memengaruhi teman sebaya, protes mahasiswa, berbagai gerakan-gerakan aksi, dan lain sebagainya. 

            Baik buruknya segala bentuk aksi mahasiswa tersebut, tergantung pada pribadi diri kita sendiri. Karena menurut saya pribadi, tidak selamanya tindak politik itu buruk dan tidak selalu tindak politik berarti baik. Karena negara kita sendiri saja sudah membuktikan, banyak hal yang harus dibenahhi dalam politik negara kita. Harapan saya, siapapun yang bermain dan ikut andil dalam pollitik kampus di Tanah Jingga kita ini, akan memberi banyak dampak yang baik bagi mahasiswa-mahasiswa di FISIP. Juga, semoga tidak akan ada korban-korban yang berjatuhan karena permainan politik mahasiswa yang bisa menyakiti jiwa serta pemikiran kita semua.

            Last but not least, adanya tulisan ini menjadi salah satu sarana bagi saya untuk menyampaikan berbagai keresahan, harapan, dan kebahagiaan sebagai seorang mahasiswa baru. Karena semakin ke

sini, semakin banyak hal mengenai politik yang saya ingin ketahui dan pelajari. 


DAFTAR PUSTAKA

Wikipedia. 2022. Mahasiswa, (Online), https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj12MCWzvr7AhVpyXMBHQOpAW0QFnoECBIQAw&url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FMahasiswa&usg=AOvVaw1uxWJMhOUAj-2jhG9m0dy4, diakses 15 Desember 2022. 


Publica Health. 2019. Politik Kampus bagi Mahasiswa Baru, (Online), http://www.phcyber.com/2019/11/politik-kampus-bagi-mahasiswa-baru.html, diakses 15 Desember 2022. 

Komentar